Roni Omba Lantik Delapan Pejabat Dukcapil Boven Digoel, Tekankan Pelayanan Tak Boleh Lambat
TANAH MERAH, LELEMUKU.COM — Delapan pejabat administrator dan pengawas pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Boven Digoel resmi dilantik dan diambil sumpah/janji jabatan oleh Pemerintah Kabupaten Boven Digoel, Senin (21/9/2026).
Pelantikan yang berlangsung di Kantor Dinas Dukcapil Boven Digoel tersebut dihadiri Bupati Boven Digoel Roni Omba, Wakil Bupati Marlinus, Ketua DPRK Boven Digoel, Sekda Fabianus Sabi, pimpinan OPD, unsur Forkopimda, tokoh agama serta tamu undangan lainnya.
Pelantikan tersebut merupakan tindak lanjut keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 800.13.3.2244 Dukcapil Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan dari dan dalam jabatan administrator serta keputusan terkait pengangkatan pejabat pengawas pada Dinas Dukcapil Boven Digoel.
Dalam penataan jabatan tersebut, Paskalius Ameto Eskom yang sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Dukcapil Boven Digoel ditempatkan sebagai Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah. Sementara posisi Sekretaris Dinas Dukcapil dipercayakan kepada Helena Resugun Esos.
Selain pejabat administrator, sejumlah pejabat pengawas juga dilantik untuk mengisi jabatan pada bidang pelayanan administrasi kependudukan, di antaranya Kepala Seksi Identitas Penduduk, Kepala Seksi Pindah Datang dan Pendataan Penduduk, Kepala Seksi Kelahiran dan Kematian, Kepala Seksi Perkawinan dan Perubahan Status Anak, Kepala Seksi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan, Kepala Seksi Kerja Sama dan Inovasi Pelayanan serta Kepala Subbagian Perencanaan dan Keuangan.
Bupati Boven Digoel Roni Omba dalam sambutannya menegaskan bahwa jabatan yang diberikan merupakan amanah sekaligus kepercayaan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan integritas.
Menurutnya, Dukcapil merupakan salah satu garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat karena setiap warga negara berhak memperoleh dokumen kependudukan secara cepat, mudah dan akurat.
“Jangan terjebak pada cara kerja yang lama. Tingkatkan pelayanan dan manfaatkan inovasi serta sistem digital,” tegas Roni.
Ia juga menyoroti disiplin pelayanan di kantor pemerintahan. Roni meminta tidak ada lagi pola pelayanan yang lambat, termasuk kantor yang baru dibuka pada pagi hari kemudian ditutup sebelum waktunya.
“Buka jam sembilan, tutup jam dua belas, kemudian buka lagi jam tiga, itu tidak boleh. Harus berubah. Kita melayani masyarakat dari mereka membuka mata sampai mereka menutup mata,” ujarnya.
Bupati juga meminta pejabat yang baru dilantik menjaga integritas dan memastikan pelayanan administrasi kependudukan terbebas dari praktik pungutan liar. Pelayanan, kata dia, harus dilakukan secara ramah, transparan dan memberikan kepastian kepada masyarakat.
Selain pelayanan, Roni menekankan pentingnya koordinasi antara pejabat lama dan pejabat baru. Ia meminta program yang telah dirintis sebelumnya tetap dilanjutkan apabila dinilai baik, sementara hal-hal yang tidak baik harus diperbaiki.
“Jangan karena jabatan baru kemudian yang sudah berpengalaman tidak dilibatkan. Koordinasi harus dilakukan. Apa yang sudah pernah dikomunikasikan dan dikerjakan sebelumnya bisa dilanjutkan, yang tidak baik ditinggalkan,” katanya.
Roni juga meminta Dukcapil segera memperkuat pendataan penduduk di Distrik Jair dan wilayah lainnya. Ia menilai akurasi data kependudukan sangat penting karena berkaitan langsung dengan perencanaan pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Ia bahkan meminta pendataan penduduk di Distrik Jair mulai dilakukan dalam waktu dekat setelah koordinasi dengan pemerintah setempat dilakukan.
Pada kesempatan itu, Roni menyampaikan apresiasi kepada Paskalius Ameto Eskom atas dedikasi selama menjalankan tugas sebagai Sekretaris Dinas Dukcapil. Ia berharap pengalaman dan program yang telah dijalankan dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kinerja di tempat tugas yang baru.
“Terima kasih atas dedikasi dan pelayanan yang sudah dilakukan. Saya harap di tempat yang baru dapat ditingkatkan lagi,” ujar Roni.
Bupati juga meminta pejabat baru pada bidang perkawinan dan pencatatan sipil mendorong program pelayanan perkawinan massal bagi masyarakat yang belum memiliki kejelasan status administrasi perkawinan.
Menurutnya, program tersebut perlu dipersiapkan dan dijalankan secara terencana agar masyarakat memperoleh kepastian administrasi kependudukan.
Roni menegaskan, perubahan pola kerja di Dukcapil harus bermuara pada satu tujuan, yakni menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, tertib, transparan dan mudah diakses masyarakat.
Pelantikan kemudian ditutup dengan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik serta doa agar seluruh pejabat mampu menjalankan amanah dalam mendukung pelayanan dan pembangunan Kabupaten Boven Digoel. (Buletin)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
