Sungai Digul Boven Digoel Saksi Sejarah dan Nadi Kehidupan
TANAH MERAH, LELEMUKU.COM – Sungai Digul di Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan, menjadi saksi sejarah kamp tahanan Tanah Merah dan hingga kini menjadi nadi kehidupan masyarakat di sepanjang alirannya.
Sungai Digul memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia. Pada 1920-an, Belanda mendirikan kamp tahanan di hulu sungai ini. Hutan lebat dan sungai yang ganas membuat tahanan tersiksa tetapi tidak bisa meloloskan diri. Tokoh seperti Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir pernah ditahan di Tanah Merah. Setelah Belanda pergi, Tanah Merah berkembang menjadi distrik dan kini menjadi ibu kota Kabupaten Boven Digoel.
Sungai Digul juga menjadi jalur transportasi penting bagi warga. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Boven Digoel, Yulius Wamu, menyatakan sungai ini masih menjadi urat nadi perekonomian rakyat.
"Perahu motor menjadi alat transportasi utama untuk mengangkut hasil bumi dan penumpang," ujarnya.
Selain Sungai Digul, terdapat sungai besar lain seperti Sungai Maro, Bian, dan Wildeman. Sungai-sungai ini menghidupi suku-suku di tepiannya seperti Marind, Asmat, dan Muyu. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
