Ukiran Asmat, Warisan Seni yang Mendunia
AGATS, LELEMUKU.COM – Suku Asmat yang mendiami Kabupaten Asmat, Papua Selatan, terkenal dengan seni ukirnya yang sudah mendunia. Ukiran Asmat memiliki berbagai motif seperti alam, makhluk hidup, dan kehidupan sehari-hari yang sarat makna religius.
Orang Asmat menganggap ukiran bukan sekadar karya seni, melainkan bagian dari ritual religius mereka sebagai penghubung dengan leluhur. Ukiran ini terbuat dari bahan lokal seperti kayu besi dan kayu pala hutan. Salah satu ukiran Asmat yang paling terkenal adalah Tiang Bisj atau Bis yang berukuran lebih dari tiga meter.
Tiang Bisj terdiri dari figur-figur yang disusun bertingkat, melambangkan arwah leluhur yang terbunuh oleh musuh. Bagian paling atas tiang diberi hiasan seperti sayap. Karya seni ini telah dipamerkan di berbagai museum internasional, termasuk Museum Seni Metropolitan di New York.
Pemerintah Kabupaten Asmat bersama Keuskupan Agats menggelar Festival Budaya Asmat setiap tahun untuk memperkenalkan kebudayaan Suku Asmat seperti ukiran kayu dan atraksi perahu. Diharapkan warisan seni ini tetap lestari dan menjadi kebanggaan masyarakat Papua Selatan. (Evu
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
